http://padepokanguru.org/2011/07/06/plagiarisme/
Plagiarisme
Pertengahan Juni 2011 ini, saya diminta untuk membuat ringkasan tentang isu plagiarisme untuk mahasiswa S3 yang baru datang dari Indonesia untuk studi di UTM. Oleh karena itu saya posting disini juga untuk berbagi dengan yang lain. Kritik, komentar dan tanggapan sangat diharapkan dari anda, terima kasih banyak sebelumnya.
Pendahuluan
Dunia akademik di Indonesia mengalami tiga kali kehebohan pada tahun 2010 lalu berhubung dengan isu plagiarisme. Yang pertama adalah sebuah tulisan yang dimuat di harian Jakarta Post dari seorang guru besar termuda dalam bidang hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Tulisan tersebut ternyata sebagian besar isinya adalah artikel yang pernah ditulis oleh seorang peneliti Australia. Yang kedua, satu artikel ilmiah yang dipresentasikan pada konferensi IEEE di China oleh seorang mahasiswa S3 ITB (yang kemudian jadi dosen ITB) ternyata isinya mirip dengan artikel dalam konferensi yang sama delapan tahun sebelumnya. Kasus terakhir, setelah dinyatakan lulus lima belas tahun lalu dalam studi S2 di USM, Pulau Penang, Malaysia, seorang professor akhirnya terbongkar melakukan plagiat dalam tesisnya oleh rekan sejawatnya di USU, Medan. Ketiga kasus ini merupakan suatu tamparan keras yang tentunya merusak kredibilitas dunia perguruan tinggi Indonesia. Ketiganya mendapat sorotan luas karena ‘terlanjur’ bocor kepada media disaat perguruan tinggi yang tersangkut relatif lamban untuk bereaksi.
Tulisan ini bersifat penjelasan dan ringkasan mengenai isu plagiarisme yang meliputi definisi dan berbagai bentuk plagiarisme, kenapa orang melakukannya, upaya menghindari plagiarisme dan deteksinya. Pengetahuan tentang isu plagiarism sangat penting karena menunjukkan kerja keras dan kejujuran, sesuatu yang tidak bisa ditawar dalam dunia akademis.
Definisi dan Bentuk Plagiarisme
Rog (2006) mengutip satu definisi yang ringkas tentang plagiarism, yaitu:
“taking over the ideas, methods, or written words of another, without acknowledgment and with the intention that they be taken as the work of the deceiver.”
Plagiarisme bermakna mengambil ide, metoda atau kata-kata (termasuk didalamnya gambar, tabel, diagram dll) hasil karya orang lain tanpa penyebutan sumbernya dengan maksud apa yang diambil tersebut dianggap merupakan hasil karyanya sendiri. Dengan kata lain plagiarisme adalah mencuri hak milik orang lain dengan menyembunyikan sumber aslinya. Melakukan plagiarisme dianggap sebagai perbuatan yang tidak etis dan bermoral, yang membawa konsekwensi maksimum dalam dunia akademik. Hal ini sesuatu yang tidak terhindarkan karena bekerja sebagai akademisi dilandasi oleh tingkat kepercayaan yang tinggi, dimana bila terdapat penghianatan yang dilakukan dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang sangat serius dan tidak termaafkan.
Terdapat berbagai bentuk pencontekan ide atau tulisan yang dikategorikan sebagai plagiarism. Yang pertama adalah penyalinan kata demi kata tanpa menyebutkan sumbernya sama sekali (word by word, direct text, ‘copy-paste’); kategori plagiarisme ini merupakan yang paling kasar dan juga mudah untuk dideteksi. Terdapat berbagai kriteria seberapa banyak kesamaan kata bisa dikategorikan plagiarism jenis ini, secara umum biasa disebutkan bila kesamaan kata-kata dalam satu kalimat lebih dari enam kata maka dapat dipastikan terjadi plagiarism secara sengaja dengan cara ini. Kedua, paraphrase tulisan/ide atau penggantian kata yang sesuai maknanya, namun tidak menyebutkan sumbernya dengan jelas. Dengan mengubah struktur kalimat dan menggunakan kata-kata yang berbeda (termasuk dengan meringkaskannnya) tidak menjadikan anda terbebas dari plagiarisme bila anda secara sengaja menyembunyikan sumber aslinya; hal ini mudah dideteksi bila isi tulisan yang disampaikan sangat detail dan spesifik (seperti hasil riset, analisis teori, pembahasan dll) dan bukannya hal yang secara umum diketahui. Ketiga, self-plagiarism dimana si penulis mendaur ulang tulisan dia sebelumnya yang sudah pernah diterbitkan namun tidak mencantumkan sumber tulisan sebelumnya. Tulisan yang sudah pernah terbit walaupun hak ciptanya oleh si penulis, namun hal itu menjadi milik umum (public domain), sehingga penggunaan kutipan/ulasan/ide yang sudah diterbitkan wajib diberitahukan kepada pembaca. Keempat, authorship, dimana satu pihak yang terlibat dalam riset secara sengaja tidak menyebutkan pihak lain dari kerja penelitian yang dilakukan. Misalnya pembimbing dan mahasiswa yang melakukan riset, salah satu dari mereka menerbitkan artikel tanpa menyebut kontribusi yang telah dilakukan oleh pihak lain (pembimbing/mahasiswa); ataupun riset yang dilakukan oleh kelompok peneliti, namun seorang peneliti melanjutkan riset sendiri kemudian menghasilkan sesuatu yang berharga serta menerbitkan karya ilmiah tanpa menyebutkan sumbangan pihak lain yang berasal dari risetnya terdahulu.
Bila melihat berbagai bentuk plagiarisme di atas terlihat bahwa perilaku yang dibuat sangat erat kaitannya dengan etika bekerja, menulis dan penghargaan kepada pihak lain. Terdapat berbagai sebab kenapa sampai plagiarisme terjadi. Dalam skala yang sering terjadi karena ketidaktahuan penulis mengenai isu plagiarisme; seperti penulis merasa sudah cukup jujur dengan menyebutkan sumber tulisan di dalam teks dan daftar pustaka, tanpa mengetahui bahwa apa yang dia lakukan sesungguhnya menyalin apa adanya yang melanggar etika penulisan ilmiah. Berbagai contoh yang ditampilkan pada bagian pendahuluan menunjukkan skala plagiarisme yang sudah akut, dan secara sengaja memang mencari jalan mudah untuk membuat karya tulis yang berhubungan dengan sempitnya waktu, kebohongan akademis dan pemalsuan.
Menghindari Plagiarisme
Upaya untuk menghindari plagiarisme tentunya harus dimulai dengan pemahaman tentang bentuk-bentuk plagiarisme. Selain itu dalam penulisan ilmiah terdapat berbagai model penulisan (writing style) yang dianut oleh bidang ilmu tertentu, misalnya dalam ilmu sosial seperti pendidikan mengadopsi model APA (American Psychological Association). Setiap ide yang didapat dari pihak lain harus disebutkan sumbernya di dalam teks dengan menyebut nama pengarang, tahun penerbitan dan nomor halaman; serta menyebutkan sumber ini secara lengkap dalam daftar pustaka. Dengan cara ini anda bersikap jujur dan terbuka terhadap pembaca (atau penguji) dan menunjukkan penghargaan (acknowledging) terhadap sumber-sumber yang membantu anda dalam penulisan. Secara lebih detail misalnya dalam APA style, mengharuskan bahwa kutipan langsung yang tidak melebihi tiga baris bisa dimasukkan dalam paragraf; bila melebihi tiga baris harus membuat paragraf tersendiri secara menjorok dengan jenis huruf atau tinggi huruf yang berbeda.
Yang berhubungan erat untuk menghindari plagiarisme adalah upaya pengelolaan pustaka yang digunakan dalam riset secara berdisiplin. Terdapat berbagai perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai basis data pustaka seperti Endnote. Dengan menggunakan software ini proses pengolahan data mulai dari penyimpanan, membuat ulasan/kritik, melengkapi detail halaman, membuat catatan riset sampai kepada pencarian bisa dilakukan secara elektronik dengan efektif. Peneliti cukup mengingat kata kunci saja untuk pencarian topik yang akan dibahas. Basis data Endnote yang tidak besar (untuk lima ratus daftar pustaka kurang dari 10 megabita) menjadikan datanya mudah dipindahkan dan disimpan dalam media seperti flashdisk.
Deteksi Pelagiarisme
Kemajuan teknologi, khususnya internet dengan world wide web, selain memudahkan mendapat sumber pustaka untuk tulisan, juga membuka kemungkinan melakuan plagiat dengan lebih mudah. Namun pada saat yang sama hal ini pun berakibat mudahnya untuk mendeteksi plagiarisms dalam satu karya tulis. Saat ini di UTM untuk melakukan deteksi plagiarism menggunakan web-based software turnitin. Cara kerja software turnitin adalah dengan melakukan deteksi dengan database trilyunan tulisan yang dipunyai (dalam berbagai bahasa dan huruf) dan hasilnya disebut indeks kesamaan (similarity index). Makin tinggi nilai indeks kesamaan maka patut diduga bahwa tulisan tersebut mengandung plagiarisme. Keutaman turnitin adalah dapat menyebutkan sumber kesamaan tulisan yang bisa berasal dari laman web, buku dan artikel jurnal secara spesifik sehingga makin menyulitkan bagi si penulis untuk menghindar bahwa dia tidak melakukan plagiarisme.
Berdasar pengalaman, banyak mahasiswa yang memprotes dengan menyebutkan bahwa sumber tulisan bukan seperti yang disebutkan oleh turnitin. Yang tidak diketahui adalah bahwa, banyak laman web yang mempunyai mirror site, dimana isinya adalah sama; terdapat juga isi tulisan yang lebih dulu dikutif oleh paper, tesis yang sudah menjadi bagian dari data base turnitin; hal yang lain adalah buku, artikel jurnal atau media cetak lainnya hak cipta secara elektronik sudah dibeli oleh pihak lain (seperti google books) sehingga ini pun menjadi bagian basis data untuk memeriksa indeks kesamaan oleh turnitin.
Kebijakan yang diterapkan oleh UTM mensyaratkan bahwa mahasiswa yang akan menyerahkan tesisnya harus memeriksa draft akhir tesis dengan turnitin, dimana mahasiswa mempunyai akses untuk menggunakan software deteksi plagiarisme ini. Namun setiap mahasiswa riset mempunyai akses yang sama sehingga bisa memeriksa karya tulis kapan saja dan melakukan revisi sesuai umpan balik yang diberikan.
Penutup
Membuat karya tulis yang mengandung plagiarisme sama seperti menyiapkan bom waktu untuk masa depan karir anda. Pada saat sudah terbukti adanya plagiarisme maka upaya untuk membela diri akan menjadi suatu kekonyolan berikutnya. Oleh karena itu pahamilah bentuk plagiarisme, bekerja lah dengan jujur dalam penelitian anda dari awal dan buatlah karya tulis secara profesional, honesty is the best policy.
Sumber Pustaka:
Detik.com. (2010). ITB Pastikan Ijazah Doktor Zuliansyah tak berlaku.
URL: http://us.detiknews.com/read/2010/04/23/193441/1344461/10/itb-pastikan-ijazah-doktor-zuliansyah-tak-berlaku [17 Juni 2011]
Jakarta Post. (2010). Plagiarism. 4 April 2010.
URL: http://www.thejakartapost.com/news/2010/02/04/plagiarism.html [17 Juni 2011]
Rog, M. (2006). Avoiding Plagiarism, Self-Plagiarism, and other questionable writing practives: A guide to ethical writing.
URL: http://facpub.stjohns.edu/~roigm/plagiarism.doc [12 Feb 2011]
Sumintono, B. (2010). Plagiarisme.
URL: http://deceng2.wordpress.com/2010/05/23/plagiarisme/ [17 Juni 2011]
Sumintono, B. (2011). Plagiarism. Powerpoint presentation for Research Students at Faculty of Education UTM, March 2011.